Herbal Online Shop

Like Box

Senin, 17 Januari 2011

Sepatu Amerika Cita Rasa Jombang

Posted by darma ccti wawan 1/17/2011 02:54:00 PM, under , | 3 comments


Di tengah gempuran produk sepatu impor dari China, Jatim justru akan menumbuhkan industri sepatu berorientasi ekspor dengan investor dari Taiwan. Rencananya, produksi akan dimulai tahun 2011.

“Kita masih menunggu semua sarana produksi seperti mesin-mesin. Kalau sudah lengkap, kita langsung produksi. Kapasitas produksi mesin-mesin itu bisa sampai 1,7 juta pasang sepatu per bulan,” kata Executive Manager Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim, Tukidjan.

Menurut Tukidjan, sudah ada beberapa merek sepatu kelas dunia dari Amerika Serikat (AS) yang sudah memesan sepatu dari pabrik yang nantinya akan berlokasi di Jombang ini. Beberapa merek tersebut di antaranya HushPuppies 200 ribu pasang, Kohl’s 400 ribu pasang, Payless Shoes 1,2 juta pasang dan saat ini juga masih dalam proses negosiasi dengan merk Walmart.

“Nantinya sepatu-sepatu tersebut semuanya diproduksi di Jombang dan dieskpor ke AS untuk selanjutnya diberi merek-merek terebut,” jelas Tukidjan.

Diakui Tukidjan, untuk tahap pertama dari 11 ribu tenaga penjahit sepatu yang dibutuhkan, investor Taiwan lebih dulu membutuhkan 4.000 tenaga siap pakai. Sedangkan sisanya, sebanyak 7.000 tenaga kerja, dibutuhkan pada tahun depan karena investor Taiwan berambisi per bulannya bakal memproduksi sepatu skala ekspor sebesar 100 ribu hingga 200 ribu unit per pasang.
Data Aprisindo Jatim menyebutkan, saat ini ada sekitar 40 pabrik sepatu skala besar terbesar di Jatim. Setiap pabrik mampu memroduksi hingga satu juta pasang sepatu per tahun. “Sebetulnya, pabrikan sepatu di sini sangat potensial karena mampu menghasilkan sepatu per tahunnya sekitar 1,2 juta pasang,” kata Tukidjan.

Tukidjan memaparkan, perusahaan yang memproduksi sepatu wanita dan anak ini berada di bawah bendera PT Uniqueness Sepatu Mas Indonesia dan berlokasi di Kecamatan Perak Kabupaten Jombang. Pabrik ini akan menempati lahan seluas 4,5 hektare dan saat ini baru terealisasi 1,5 hektare.

Melihat besarnya tenaga kerja yang bisa terserap dari industri tersebut, Tukidjan mengatakan sebenarnya masih banyak investor yang berminat menanamkan modalnya ke Jatim namun masih terkendala izin yang berbelit. ”Kami sebagai pelaku dunia usaha berharap agar perda yang mengatur perizinan investasi di daerah segera direvisi. Apalagi Jatim sekarang sudah jadi ikon industri sepatu,” tambahnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Pengembangan Investasi Daerah Kadin Jatim M. Ali Affandi mengatakan standardisasi regulasi investasi di Jatim mendesak dilakukan agar perekonomian Jatim bisa semakin terdorong ke arah yang lebih baik. Hal ini penting dikemukakan mengingat Jatim masih mempunyai banyak peraturan daerah yang tumpang-tindih, sehingga menghambat munculnya investasi baru.

Dia mengatakan, secara umum kondisi perizinan dan birokrasi di tingkat provinsi sudah bagus. Artinya, birokrasi Pemprov Jatim sudah pro dunia usaha. Hal tersebut tecermin antara lain dengan adanya Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T). “Namun, di daerah, kondisi birokrasi masih memprihatinkan. Dalam kondisi ekonomi seperti saat ini, seharusnya pemda memastikan gerak perekonomian di daerah berjalan lancar termasuk soal regulasinya,” kata Andi. Sumber : Surabaya Post.

/** Iklan2 **/

3 komentar:

maju jombangku tercinta...hehehe...sayang gk dijual di pasar lokal...

-->BeritaBangsa: seeep bro :-)
iya bro,khusus eksport

-->Yan D. Sasongko: mantab...
lbh mantab lg skrng aq kerja dstu bro :-)

Posting Komentar

Kalau ada Pertanyaan atau saran, Di isi ya komennya :-)