Herbal Online Shop

Like Box

Minggu, 24 Januari 2010

Ingin Mulia? Jadilah Pemaaf

Posted by darma ccti wawan 1/24/2010 01:48:00 PM, under | 2 comments




Bismillahirahmanirahim

Manusia lahir ke dunia sudah dibekali oleh Allah dengan dua buah potensi, potensi positif dan negative atau potensi taqwa dan potensi jujur, seperti yang tercantum dalam surat Asy-Syam ayat 8 :

“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan”

Dalam perkembangan kehidupannya, sebagian manusia ada yang berkembang potensi ketaqwaannya, tapi juga ada sebagian yang berkembang potensi fujurnya. Jika dia lebih cenderung mengikuti akal dan hati nuraninya, maka ketaqwaannya lah yang lebih berkembang.

Contoh perbuatan fujur adalah berbohong, pendendam, iri, dengki, pembangkang dan pemboros. Dan perbuatan menuju taqwa antara lain jujur, amanah, penyayang, penyabar, pemurah tapi terkadang pendendam, pemarah dan bakhili. Karena manusia mempunyai kelemahan, seringkali berbuat khilaf. Dampak dari khilaf bisa dirasakan oleh diri sendiri ataupun orang lain baik di lingkungan keluarga, tempat kerja ataupun masyarakat. Khilaf karena berkata salah, berperilaku salah mengakibatkan orang lain menjadi tidak suka. Mungkin mereka akan tersinggung, menghindar, memusuhi atau bahkan mengajak adu mulut malah mungkin berakhir dengan perkelahian. Biasanya kedua belah pihak tidak akan sadar lagi siapa dirinya? Sedang berada dimana? Karena mereka sedang diiringi dengan fujur.

Disinilah iblis mulai beraksi membisikkan pada hati manusia, karena saat kita lengah iblis mudah sekali untuk menggoda dari berbagai arah seperti dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 17, yang isinya bahwa iblis akan mendatangi manusia dari arah muka, belakang, kanan dan kiri.



Jika kita mengikuti bisikan iblis, jadilah kita menjadi makhluk yang terhina, padahal Allah akan mengangkat manusia menjadi mulia asal mengikuti potensi taqwa, yaitu mengikuti apa yang dikehendaki Allah, diantaranya mudah memaafkan orang yang berbuat salah pada kita. Mengapa harus menjadi pemaaf? Karena sang pemaaf telah melepaskan sifat egoisnya, yang selalu merasa benar, ingin dihormati, ingin dihargai, disanjung, padahal sifat-sifat itu tidak layak ada dalam diri kita. Allah yang Maha segalanya dengan sifat Al Haqq Maha Benar, Al Aziz Maha Gagah, Al Mutakabir Maha Pembesar, Al Adzim Maha Agung, Al Kabiir Maha Besar, Al Qawiyy Maha Sumber Kekuatan. Tetapi, Allah tetap akan mengampuni kepada hamba-Nya yang memohon ampun karena Allah bersifat Al Ghofur Maha Pengampun.



Untuk itu, mari kita renungkan dan amalkan surat Ali Imran ayat 133-134 :

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Robbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”

Wallahualam...


Sumber: dari Pesan masuk seorang sahabat (Annisa Ukhtyasty)
/** Iklan2 **/

2 komentar:

Makna potensi jujur itu sndri ap?

-->Anonim: kok g nyambung ya prtanyaanx....

Posting Komentar

Kalau ada Pertanyaan atau saran, Di isi ya komennya :-)

Blog Archive

Blog Archive