Herbal Online Shop

Like Box

Rabu, 23 Desember 2009

Wanita, berapakah harga dirimu?

Posted by darma ccti wawan 12/23/2009 04:03:00 PM, under | No comments


Assalamualaikum
warahmatullah
wabarakatuh


Segala puji bagi Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang menguasai hari akhir dan hakim yang seadil-adilnya. Shalawat beserta salam kami curahkan kepada Nabi Muhammad salallahualaihiwassalam untuk keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya yang mengamalkan ajarannya sampai hari akhir.

Apabila kita mematok harga murah untuk diri kita, maka murah jugalah Allah akan menghargai kita. Sebaliknya jika harga standar ditetapkan tinggi, maka Allah pun akan memberikan penghargaan yang setimpal. harga yang paling tinggi adalah ke-taqwaan. Karena berdasar harga inilah Allah menentukan penilaian terhadap manusia. Harga yang lebih rendah adalah menyangkut fisik seperti kecantikan, penampilan, kekayaan, atau jabatan. Semua ini dinilai rendah karena bersifat kebendaan, keduniawian semata, yang sewaktu-waktu bisa lenyap ditelan bumi.

Bila kita menghargai diri dengan standar kebendaan ini, sungguh kita hanya memberi harga sebatas usia bumi saja. Alam akhirat yang kekal justru tidak akan mau memberi harga kepada jasad kita. Maka jika kebendaan ini usianya telah usai, hendak lari kemana kita?

1. Seharga Kecantikan
Jika kita merasa akan dihargai orang bila hanya bisa menonjolkan kecantikan dan keindahan tubuh, maka berarti harga diri kita hanya sebatas kecantikan itu. Tak lebih seekor burung merak yang sibuk memamerkan bulunya. Decak kagum dan pujian memang akan diperoleh, tetapi tujuan hidup yang demikian itu tentu tidak bisa dibenarkan

2. Seharga Penampilan
Hampir sama dengan harga berdasar kecantikan, wanita seharga penampilan ini baru merasa akan dihargai orang jika ia bisa tampil dengan prima. maka perhatiannya pun terpusat untuk memikirkan, penampilan apa yang paling trend ? Maka demi penampilan prima ini, orang rela mencarinya hingga ke ujung dunia.

3. Seharga Kemewahan
Pernahkah kita iri melihat sekelompok wanita dengan penampilan trendy, mengendarai mobil mewah, berbelanja baju-baju mahal dan membayarnya hanya dengan selembar kartu kredit? Terlintaskah keinginan untuk meniru dan merasakan kenyamanannya? Jika pernah, berarti ini sudah gejala buruk. Kita mulai menghargai diri senilai kemewahan. Merasa bahwa diri ini akan dilihat orang jika mampu hidup mewah. Beranggapan bahwa mereka yang berduitlah yang akan mendapat perhatian. Anggapan seperti ini akan membuka jalan bagi penghalalan segala cara demi mencapai kemewahan hidup.

4. Seharga Jabatan
Apakah kita sangat berambisi mengejar karir dan jabatan demi nama baik? Itu artinya sama dengan menghargai diri sebatas pada jabatan. Sehingga jika tidak memiliki jabatan atau karir merasa diri sebagai wanita yang tak berarti. Perasaan seperti ini akan mendorong berbagai pengorbanan hingga hal-hal yang tidak lagi proporsional.

5. Seharga Kepandaian
Ataukah kita berpendapat bahwa wanita sejati hanyalah yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu? Yang berhak menyandang sederetan gelar, dan disebut cendikiawan? Yang digolongkan sebagai tenaga ahli dan pakar? Yang banyak berbicara dalam seminar-seminar?
Jangan salah memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak penting bagi wanita. ilmu pengetahuan penting bagi siapa saja, dan wajib dicari sepanjang hayat dikandung badan. Tetapi yang harus dihindari adalah sekolah untuk mengejar gelar. Lalu berharap dari gelar yang disandang itu akan mendapat tempat tinggi dalam masyarakat. Semakin banyak ilmu pengetahuan yang diperoleh tentu semakin baik, asalkan kita tidak menjadi sombong dengan gelar yang ada. Tidak merasa hanya akan dihargai bila mengedepankan gelar-gelar itu.

SEHARGA KEIMANAN
Jalan terbaik adalah memasang harga diri tinggi, yaitu berdasa keimanan. Standar ini mendorong kita untuk merasa memiliki harga di mata masyarakat maupun di hadapan Allah, hanya jika kita memiliki iman. Dan inilah satu-satunya harga diri yang kekal abadi, tidak ikut terkubur oleh kehancuran bumi. Dengan harga diri seperti ini kita bisa bersikap penuh keyakinan, sama sekali tidak tergiur iming-iming benda apapun, karena harapan satu-satunya adalah ke-Ridhoan Allah SWT. Hanya dengan cara inilah kita bisa hidup tenang, tentram, bahagia, dan penuh percaya diri, walaupun kita dipandang asing oleh masyarakat karena memiliki pola hidup yang berbeda. Keimanan yang tinggi sudah cukup membuat diri kita bangga, tidak lagi iri dengan segala macam kelebihan orang lain selain kelebihan iman. Sebaliknya kita akan merasa sama sekali tidak berharga manakala keimanan sempat lemah sehingga kita jauh dari Allah SWT.


Wahai muslimah...
Betapa mudahnya jalan
Menuju syurga bagimu
Allah lapangkan jalan
Bukakan pintu
Asal saja kau menempuhnya
Rela hidup dalam naungan
Dinnul Islam
Menjadi muslimah yang kaffah
Wahai muslimah...
Pelitanya zaman ini
Engkaulah yang jilbabnya
Menjadi hijab pemelihara
Kehormatan Islam
Engkaulah benteng peneguh
Ajaran Islam

Wassalamualaikum
Warahmatullah
Wabarakatuh

/** Iklan2 **/

0 komentar:

Posting Komentar

Kalau ada Pertanyaan atau saran, Di isi ya komennya :-)