Herbal Online Shop

Like Box

Jumat, 19 November 2010

Kegelapan dan Lampunya

Posted by Darma Ccti 11/19/2010 08:41:00 AM, under | 4 comments



♥ ♥ ♥ ♥ ♥ Kegelapan dan Lampunya ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Dalam bukunya Ibnu Hajar Al-Asqalani yang berjudul “Nashaihul Ibad” disana ada satu riwayat yang dikatakan oleh Abu Bakar Sidik ra., yang mana beliau mengatakan, bahwa kegelapan ada 5 dan lampunya pun ada 5 yaitu :

A. Cinta akan dunia adalah suatu kegelapan dan lampunya adalah takwa.

B. Dosa adalah suatu kegelapan dan lampu penerangnya adalah tobat.

C. Kubur adalah kegelapan dan lampu penerangnya adalah bacaan kalimat “laa ilaha illallaah muhammadarrasuulullah”

D. Akhir adalah kegelapan dan lampu penerangnya adalah amal shaleh.

E. Shirath Al-Mustaqim adalah suatu kegelapan dan lampu penerangnya adalah keyakinan.

Keterangan :

Tentang mencintai dunia sesuai dengan sabda Nabi SAW :”Cinta kepada dunia adalah sumber kesalahanmu” (HR. Al-Baihaqi)

Imam Al-Ghazali mengomentari hadits tersebut dengan mafhum mukhalafahnya sebagai berikut :

“Sebagaimana dikatakan bahwa mencintai dunia itu adalah sumber segala kesalahan, maka membenci dunia adalah sumber segala kebaikan.”

Dikemukakan oleh Al-Hasan Al-Basri bahwa hal itu juga sesuai dengan hadits yang berbunyi :

“Apabila seorang hamba melakukan dosa satu kali, maka hatinya diberi satu titik noda (hitam). Apabila dia mencabutnya dan memohon ampun serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Apabila ia kembali lagi (berbuat dosa), maka bertambah hitamlah titik noda itu, hingga memenuhi hatinya. Sedang dia (dosa itu menutupinya) sesuai dengan apa yang dikatakan Allah dalam ayat: “Sekali-kali tidak, bahkan dosa yang telah mereka kerjakan dapat menutupi hati mereka.” (HR. Ahmad, Turmudzi, Ibnu Mazah, Nasa’i, Ibnu Hiban dan Hakim)

Di antara sekian banyak fadhilah membaca kalimat Tayyibah, yaitu lafal “Laa ilaaha illallaah” antara lain :

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan untuk masuk neraka kepada orang yang membaca kalimat “laa ilaaha illallaah” dengan niat mencari keridhaan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa yang membaca kalimat “laa ilaaha illallaah” dengan niat ikhlas, tentu ia masuk surga. Lalu para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa keikhlasan bacaan tersebut?’ Nabi SAW bersabda, ‘Bacaan laa ilaaha illallaah mencegahmu dari sesuatu yang telah diharamkan Allah.” (HR. Al-Khatib)


Dikatakan, ada 7 macam yang dapat menerangi alam kubur :

a. Ikhlas dalam beribadah

b. Berbakti baik kepada ibu - bapak.

c. Silaturahmi.

d. Tidak menyia-nyiakan usia dalam kemaksiatan.

e. Tidak mengikuti kehendak hawa nafsu.

f. Bersungguh-sungguh dalam taat

g. memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Amal saleh meliputi “’Aziimah dan Rukhshah”

‘Aziimah adalah suatu keharusan;

sedangkan Rukhshah adalah dispensasi.


Contohnya, salat Dhuhur wajib 4 rakaat bagi mereka yang tidak bepergian, tapi bagi mereka yang dalam perjalanan jauh di beri rukhsah untuk meng-qashar salat dzhuhur tersebut menjadi 2 rakaat dan yang paling baik dalam salat 4 rakat bagi mereka yang bepergian jauh adalah mengambil rukhsah yaitu salat 2 rakaat sebagai dispensasi dari Allah SWT.

Hal ini berdasarkan hadits Nabi SAW : “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang mengambil/melakukan dispensasi darinya, sebagaimana Allah mencintai orang yang melaksanakan keharusannya. Sebab, Allah telah mengutusku dengan ajaran agama yang mudah (elastis) yaitu agama Nabi Ibrahim as.” (HR. Ibnu Asakir)

Nabi SAW bersabda, “Kerjakanlah keharusan-keharusan (‘Azimah) terimalah rukhsah (keringanan-keringanan) dari Allah seperti salat qasar/jamak. Tinggalkanlah orang-orang yang tidak mengerjakan ‘Azimah dan tidak menerima rukhsah. Sesungguhnya kamu telah diberi kecukupan atas mereka.” (HR. Al-Khatib)

Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak menerima rukhsah dari Allah, maka baginya dosa segunung Arafah.” (HR. Ahmad)

Yang disebut yakin yang berhubungan dengan “Ash-Shiraath” pada nasihat diatas adalah : “Menyatakan apa yang telah dibenarkan oleh hati atas hal yang gaib dengan menghilangkan segala keraguan.”

Disadur dari kitab Nashaihul Ibad hal. 143 Karya: Ibnu Hajar Al-Asqalani










sumber: Teman FB "Ayusan kireina"

/** Iklan2 **/

Tiga cara bersyukur

Posted by Darma Ccti 11/19/2010 08:08:00 AM, under | No comments



Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah. Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.


Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.''



Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS Aldhuha [93]: 11).







sumber: Teman FB "Ayusan kireina"
/** Iklan2 **/

Jumat, 12 November 2010

19 Keistimewaan Wanita

Posted by Darma Ccti 11/12/2010 11:03:00 AM, under | 5 comments




♥ ♥ ♥ ♥ ♥ 19 Keistimewaan Wanita ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

by: "Ayusan kireina"


1. Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda , ” Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”


2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.

3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takutkan Allah.

Dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam syurga.

5. Barangsiapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.

6. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

7. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.

8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.


9. Daripada Aisyah radiallahu anhu ” Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga solat dan puasanya.


12. Aisyah r.a berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab Rasulullah SAW “Suaminya.” ” Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah SAW, “Ibunya.”

13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta kepada suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.


14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.











sumber: Teman FB "Ayusan kireina"

/** Iklan2 **/