Herbal Online Shop

Like Box

Jumat, 25 Desember 2009

Kalender Maya dan 2012 - Penjelasan

Posted by Darma Ccti 12/25/2009 02:20:00 PM, under | 2 comments

Beberapa tahun belakangan, kita sering mendengar tentang kalender maya dan kiamat 2012. Kita masih akan mendengarnya lagi hingga 21 Desember 2012. Jadi saya rasa tidak ada salahnya menulis soal kalender Maya.


Saya diminta seorang pembaca blog ini untuk menulis soal kalender Maya, namun harus dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sebenarnya kalender Maya memang susah untuk dipahami. Tapi saya akan mencoba untuk membahasnya dengan lebih sederhana. Postingan ini cuma untuk menambah pengetahuan, tidak ada unsur misterinya. (Maaf jika tidak menarik).

Kita mulai dari sebuah fakta yang mungkin belum anda ketahui. Apabila kita cuma mengenal satu jenis kalender, yaitu kalender Gregorian, maka suku Maya memiliki 22 jenis kelender. Tapi lupakan 22 kalender tersebut, kita hanya akan membahas 3 kalender yang paling termashyur.

Tiga kalender tersebut adalah :
1. Tzolkin.
2. Haab
3. Long Count

Saya akan membahas dua kalender pertama secara singkat.

Tzolkin
Terdiri dari satu siklus religius yang terdiri dari 260 hari. Tzolkin terdiri dari 20 minggu yang masing-masing terdiri dari 13 hari (13 hari x 20 minggu = 260 hari). Masing-masing minggu memiliki logonya sendiri seperti zodiak atau shio Cina.

Haab
Terdiri dari 365 hari, sama seperti kalender yang kita pakai. Haab terdiri dari 18 bulan yang masing-masing terdiri dari 20 hari (20 hari X 18 bulan = 360 hari). Ada sisa lima hari yang sering dianggap sial karena tidak masuk ke bulan manapun. Masing-masing bulan punya logonya sendiri-sendiri .

Kedua kalender ini adalah kalender siklus yang berbentuk lingkaran dan akan saling bertemu setelah 52 Haab.

Sekarang, lupakan kedua kelender tersebut. Kita akan melihat kalender ketiga yang sering dikaitkan dengan kiamat 2012.

Long Count
Berbeda dengan Tzolkin dan Haab yang merupakan kalender siklus, Long Count adalah kalender linear yang dimulai dari hari 1, sama seperti kalender yang kita pakai. Apabila kita memulai kalender kita dari tahun 1 Masehi. Maka Kalender Long Count dimulai dari tanggal 13 Agustus 3114 SM (Tanggal penciptaan bumi menurut suku Maya).

Kalender gregorian yang kita pakai memiliki unsur Hari, minggu, bulan dantahun.

Long count memiliki unsur kin, uinal, tun, katun, baktun.

Jangan bingung ! Ini penjelasannya.

1 kin = 1 hari
1 uinal = 20 kin = 20 hari
1 tun = 18 uinal = 360 kin = 360 hari
1 katun = 20 tun = 7.200 kin = 7.200 hari
1 baktun = 20 katun = 144.000 kin = 144.000 hari

Penulisan kalender maya harus mengikuti urutan-urutan diatas namun dimulai dari kanan.

Contoh :
Tanggal 12-09-2009 - format gregorian.

Saya mengkonversi tanggal diatas ke format kalender long count dengan menggunakan software yang saya dapatkan di internet dan format tanggalnya berubah menjadi seperti ini :

12.19.16.12.4 - format long count.

Artinya 12 baktun, 19 katun, 16 tun, 12 uinal, 4 kin. Apabila kita konversi ke jumlah hari (kin), maka :

(12 x 144.000) + (19 x 7200) + (16 x 360) + (12 x 20) + (4 x 1) =1.870.804 hari sejak penciptaan.

mudah dipahami kan ?

Tapi kalo anda bingung. Lupakan istilah-istilah diatas. Untuk mengetahui asal datangnya 21 Desember 2012, ingat saja yang ini :

1 baktun sama dengan 144.000 hari.

Darimana tahun 2012 berasal ?
Menurut sebuah buku yang bernama Popol Vuh yang menceritakan detail penciptaan, kita hidup pada masa penciptaan ke-4. Popol Vuh menceritakan bahwa tiga penciptaan pertama gagal dilakukan oleh dewa. Penciptaan ke-4 lah yang berhasil dan manusia ditempatkan di bumi.

Menurut Long Count Maya, penciptaan ke-3 yang gagal berakhir pada tanggal 13 Agustus 3114 SM.

Penciptaan ke-4 dimulai pada tanggal itu dan akan berakhir setelah 13 baktun.


13 baktun apabila ditulis dengan format Maya menjadi 13.0.0.0.0. Lalu dengan menggunakan metode perhitungan yang saya contohkan diatas, maka hasilnya adalah :

13 baktun x 144.000 hari = 1.872.000 hari = 5.125 tahun. Ingat, 1 baktun = 144.000 hari.

Jika dihitung dari tanggal 13 Agustus 3114 SM, maka hari ke 1.872.000 akan jatuh pada tanggal 21 Desember 2012.

Sekarang mengerti kan ?

Menurut suku Maya, hari penciptaan akan berakhir pada baktun ke-13. Ini disebut siklus besar. Dari sinilah datang tafsiran kiamat 21 Desember 2012.

Dan sekarang, tinggal tiga pertanyaan yang akan saya bahas :

Bagaimana penafsiran mereka yang percaya dengan kiamat 2012 mengenai apa yang akan terjadi pada 21 Desember 2012 ?


Kontroversi apa yang menyertai penafsiran ini dan adakah orang lain yang menentangnya ?


Apakah suku Maya benar-benar beranggapan kiamat akan terjadi pada tahun 2012 ?

Ketiga pertanyaan tersebut akan saya bahas di postingan lain. Soalnya nanti terlalu panjang. Jadi membosankan. So keep following this blog.

Baca juga tulisan lanjutannya : Kalender Maya dan 2012 - perdebatan dan kontroversi.

Baca juga : Planet X, Nibiru dan hubungannya dengan kiamat 2012.


/** Iklan2 **/

Rabu, 23 Desember 2009

Ibu dalam Pandangan Islam

Posted by Darma Ccti 12/23/2009 04:07:00 PM, under | 3 comments


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
segala puji bagi Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang telah mengangkat kita dari setitik air yang hina menjadi mahluk yang sempurna, shalawat berserta salam tak lupa kami curahkan untuk nabi Muhammad shalallahualaihi wassalam yang atas perjuangannya membawa kita kepada agama yang hak

Ibu... betapa indah dan sucinya kata ini. Kata yang membawa wanginya keramahan dan cinta kasih ke dalam jiwa, dan membuat kita merasakan kehangatan dan kemurniannya.
Dunia barat sekarang baru menemukan nilai mulia Ibu, sedangkan umat Islam telah berabad-abad mempercayai kedudukannya yang mulia berdasarkan ajaran Ilahi melalui Islam. Islam percaya pada nilai ibu yang luar biasa, dan telah menarik perhatian manusia melalui berbagai ungkapan dan pernyataan. Bahkan Islam menganggap bahwa mencapai tahap akhir kesempurnaan, yakni Surga, tergantung pada keridhoan sang Ibu. Rasulullah bersabda : "Syurga terletak di bawah telapak kaki Ibu..."

Dalam memuliakan kedudukan Ibu, Islam tidak membatasi diri pada nasihat, perintah dan anjuran lisan. Tetapi Islam juga memandang perintah dan larangan Ibu sebagai suatu kewajiban untuk dilaksanakan dalam hal-hal tertentu. Misalnya apabila seorang anak ingin berpuasa sunnah, atau melakukan suatu perjalanan yang disunnahkan, tetapi sang Ibu melarangnya, maka wajiblah untuk si Anak menaati Ibunya. Apabila anak itu melawan kehendak ibunya, maka bukan saja ia tidak memperoleh pahala karena amalnya itu, melainkan ia justru memperoleh dosa dikarenakan penolakannya untuk menaati ibunya.

Hal lain dimana perintah ibu dihormati sebanding dengan Allah ialah apabila perintah Allah berlawanan dengan larangan Ibu, dengan syarat bahwa perbuatan itu tidak termasuk dalam perintah yang wajib seperti shalat fardhu atau puasa di bulan Ramadhan. Misalnya dalam masalah Jihad, orang yang mampu berperang harus ikut serta dalam pertempuran. Tetapi apabila seorang muda memenuhi semua persyaratan untuk pergi berjihad, kecuali bahwa ibunya tidak mengizinkannya pergi (dengan syarat bahwa keabsenannya tidak membahayakan umat Islam), maka ia boleh untuk tidak ikut peperangan semata-mata karena larangan ibunya.

Kisah seorang anak yang ingin sekali pergi ke medan Jihad untuk kemajuan Islam. Tetapi ibunya tidak mengizinkan meninggalkannya untuk pergi berperang. Nabi yang Mulia bersabda :
"Pergilah untuk tinggal bersama ibumu. Saya bersumpah kepada Tuhan yang memilih saya sebagai Nabi, bahwa pahala yang engkau dapatkan untuk melayaninya meskipun hanya semalam, dan membahagiakannya dengan kehadiranmu, jauh lebih besar dari pahala perang jihad selama satu tahun"

Islam memandang penghormatan kepada orang tua dan pelaksanaan hak-hak mereka sebagai kewajiban manusia terbesar setelah perintah Ilahi. Al-Qur'an mengatakan dalam hubungan ini, "...bersyukurlah kamu kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu..." (Qs. Luqman : 14). Perlu diperhatikan bahwa disini Allah Ta'ala segera setelah menyebut Hak-Nya sendiri, menyebutkan hak kedua orang tua.

Seorang lelaki datang kepada Nabi seraya berkata, "Wahai Nabi Allah... Tunjuki saya, kepada siapa saya harus berbuat baik untuk mendapatkan manfaat yang sempurna atas amal kebajikan saya?" Beliau bersabda, "Berbuat baiklah kepada Ibumu...". Lelaki itu bertanya dua kali lagi, "Dan sesudah beliau?" Nabi menjawab, "Kepada Ibumu...". Lelaki itu bertanya, "Kepada orang lain siapakah saya mesti berbuat baik pula?" Nabi bersabda, "Kepada Ayahmu..."

Allah memberikan kecerdasan pada setiap perempuan. Karena itu pada perempuanlah anak dititipkan. Sebuah ibroh yang perlu kita teladani dari seorang perempuan yang telah menjadi sosok Ibu yaitu Siti Hajar. Beliau mengajarkan sebuah makna kecerdasan tak lagi berbatas pada kecerdasan akal. Kecerdasan ini pula yang kemudian diwarisi oleh sahabiyah-sahabiyah si masa Rasulullah, antara lain Aisyah, Fathimah, Asma binti Abu Bakar, Hafsah binti Umar bin Khaththab, dan sederet nama besar lainnya. yang telah melahirkan generasi Mujahid sekelas Hasan dan Husain, serta Abdullah bin Zubair bin Awwam.

Kecerdasan itu niscaya tak pernah hilang, selama keikhlasan senantiasa bersemayam di hati seorang wanita. Mereka adalah perempuan-perempuan yang sama dengan kita. Mereka adalah perempuan-perempuan yang diciptakan sama dengan apa yang kita miliki. Dengan demikian, kecerdasan yang mereka milikipun tak mustahil kita miliki.

Kecerdasan yang sebenarnya adalah yang berasal dari sebuah hati yang sepenuhnya tunduk dihadapan kehendak-Nya. Kecerdasan itu hadir dari sebuah keikhlasan dan prasangka baik pada setiap takdir yang dibentangkan oleh Yang Maha Perkasa dalam kehidupan.

Sungguh, ketundukkan hatilah yang telah menghantarkan Hajar, seorang ibu yang sebelumnya hanyalah seorang budak, mampu mendidik anaknya (Nabi Ismail) hingga beranjak remaja, saat kembali bertemu dengan suaminya (Nabi Ibrahim). Tanpa keluh, tanpa hasrat untuk meninggalkan anggapan buruk tentang Ayah dalam benak anaknya. Hanya kepasrahan yang ditularkannya pada sang anak, tentang keyakinan bahwa perintah Tuhan nya tak akan membuat seorang hamba menderita.


Akhirnya dengan segenap kekuatan dan potensi, kita kaum perempuan untuk belajar melakukan yang terbaik. Jangan ada pandangan perempuan itu makhluk yang lemah. Sesungguhnya semua perempuan suatu saat akan menjadi seorang ibu yang diamanahi seorang anak sebagai tanggung jawab utama. Di pundak kita tertumpu kewajiban untuk menjadikannya Mujahid dan Mujahidah sejati. Semoga Allah subhanahuwataala selalu menuntun kita dalam meniti kehidupan yang semakin berat tantangannya. Dan kita akan selalu menghormati, menyayangi orang tua kita. Selalu mendoakan orang tua kita agar diampuni semua kekhilafannya. Amiin Ya Allah...

yang benarnya datangnya hanya dari Allah yang Maha Mengetahui dan yang salah datangnya dari saya, gudangnya salah dan dosa…

Wassalamualaikum
warahmatullah
wabarakatuh
/** Iklan2 **/

Wanita, berapakah harga dirimu?

Posted by Darma Ccti 12/23/2009 04:03:00 PM, under | No comments


Assalamualaikum
warahmatullah
wabarakatuh


Segala puji bagi Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang menguasai hari akhir dan hakim yang seadil-adilnya. Shalawat beserta salam kami curahkan kepada Nabi Muhammad salallahualaihiwassalam untuk keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya yang mengamalkan ajarannya sampai hari akhir.

Apabila kita mematok harga murah untuk diri kita, maka murah jugalah Allah akan menghargai kita. Sebaliknya jika harga standar ditetapkan tinggi, maka Allah pun akan memberikan penghargaan yang setimpal. harga yang paling tinggi adalah ke-taqwaan. Karena berdasar harga inilah Allah menentukan penilaian terhadap manusia. Harga yang lebih rendah adalah menyangkut fisik seperti kecantikan, penampilan, kekayaan, atau jabatan. Semua ini dinilai rendah karena bersifat kebendaan, keduniawian semata, yang sewaktu-waktu bisa lenyap ditelan bumi.

Bila kita menghargai diri dengan standar kebendaan ini, sungguh kita hanya memberi harga sebatas usia bumi saja. Alam akhirat yang kekal justru tidak akan mau memberi harga kepada jasad kita. Maka jika kebendaan ini usianya telah usai, hendak lari kemana kita?

1. Seharga Kecantikan
Jika kita merasa akan dihargai orang bila hanya bisa menonjolkan kecantikan dan keindahan tubuh, maka berarti harga diri kita hanya sebatas kecantikan itu. Tak lebih seekor burung merak yang sibuk memamerkan bulunya. Decak kagum dan pujian memang akan diperoleh, tetapi tujuan hidup yang demikian itu tentu tidak bisa dibenarkan

2. Seharga Penampilan
Hampir sama dengan harga berdasar kecantikan, wanita seharga penampilan ini baru merasa akan dihargai orang jika ia bisa tampil dengan prima. maka perhatiannya pun terpusat untuk memikirkan, penampilan apa yang paling trend ? Maka demi penampilan prima ini, orang rela mencarinya hingga ke ujung dunia.

3. Seharga Kemewahan
Pernahkah kita iri melihat sekelompok wanita dengan penampilan trendy, mengendarai mobil mewah, berbelanja baju-baju mahal dan membayarnya hanya dengan selembar kartu kredit? Terlintaskah keinginan untuk meniru dan merasakan kenyamanannya? Jika pernah, berarti ini sudah gejala buruk. Kita mulai menghargai diri senilai kemewahan. Merasa bahwa diri ini akan dilihat orang jika mampu hidup mewah. Beranggapan bahwa mereka yang berduitlah yang akan mendapat perhatian. Anggapan seperti ini akan membuka jalan bagi penghalalan segala cara demi mencapai kemewahan hidup.

4. Seharga Jabatan
Apakah kita sangat berambisi mengejar karir dan jabatan demi nama baik? Itu artinya sama dengan menghargai diri sebatas pada jabatan. Sehingga jika tidak memiliki jabatan atau karir merasa diri sebagai wanita yang tak berarti. Perasaan seperti ini akan mendorong berbagai pengorbanan hingga hal-hal yang tidak lagi proporsional.

5. Seharga Kepandaian
Ataukah kita berpendapat bahwa wanita sejati hanyalah yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu? Yang berhak menyandang sederetan gelar, dan disebut cendikiawan? Yang digolongkan sebagai tenaga ahli dan pakar? Yang banyak berbicara dalam seminar-seminar?
Jangan salah memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak penting bagi wanita. ilmu pengetahuan penting bagi siapa saja, dan wajib dicari sepanjang hayat dikandung badan. Tetapi yang harus dihindari adalah sekolah untuk mengejar gelar. Lalu berharap dari gelar yang disandang itu akan mendapat tempat tinggi dalam masyarakat. Semakin banyak ilmu pengetahuan yang diperoleh tentu semakin baik, asalkan kita tidak menjadi sombong dengan gelar yang ada. Tidak merasa hanya akan dihargai bila mengedepankan gelar-gelar itu.

SEHARGA KEIMANAN
Jalan terbaik adalah memasang harga diri tinggi, yaitu berdasa keimanan. Standar ini mendorong kita untuk merasa memiliki harga di mata masyarakat maupun di hadapan Allah, hanya jika kita memiliki iman. Dan inilah satu-satunya harga diri yang kekal abadi, tidak ikut terkubur oleh kehancuran bumi. Dengan harga diri seperti ini kita bisa bersikap penuh keyakinan, sama sekali tidak tergiur iming-iming benda apapun, karena harapan satu-satunya adalah ke-Ridhoan Allah SWT. Hanya dengan cara inilah kita bisa hidup tenang, tentram, bahagia, dan penuh percaya diri, walaupun kita dipandang asing oleh masyarakat karena memiliki pola hidup yang berbeda. Keimanan yang tinggi sudah cukup membuat diri kita bangga, tidak lagi iri dengan segala macam kelebihan orang lain selain kelebihan iman. Sebaliknya kita akan merasa sama sekali tidak berharga manakala keimanan sempat lemah sehingga kita jauh dari Allah SWT.


Wahai muslimah...
Betapa mudahnya jalan
Menuju syurga bagimu
Allah lapangkan jalan
Bukakan pintu
Asal saja kau menempuhnya
Rela hidup dalam naungan
Dinnul Islam
Menjadi muslimah yang kaffah
Wahai muslimah...
Pelitanya zaman ini
Engkaulah yang jilbabnya
Menjadi hijab pemelihara
Kehormatan Islam
Engkaulah benteng peneguh
Ajaran Islam

Wassalamualaikum
Warahmatullah
Wabarakatuh

/** Iklan2 **/